Makanan Mengancam Kelestarian Lingkungan

Tahukah kamu bahwa makanan yang setiap harinya kita konsumsi memiliki dampak tertentu terhadap lingkungan? Pertanian dan peternakan untuk menghasilkan makanan manusia menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Selain itu, pestisida serta pupuk yang digunakan untuk menanam sumber makanan berkontribusi terhadap polusi dan kerusakan ekosistem. Berikut uraian Makanan Mengancam Kelestarian lingkungan.

Dari semuanya, ada beberapa bahan Makanan Yang Mengancam Kelestarian lingkungan. Mari simak daftarnya berikut ini!

1. Gula

Bagi kamu yang suka mengonsumsi makanan manis, sebaiknya kurangi kegemaran tersebut. Kecanduan gula tak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Menurut studi WWF, tebu merupakan salah satu tanaman berbahaya bagi Bumi.

Perkebunan tebu yang terlalu banyak dapat merusak dan menghancurkan sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. Sebab tanaman tersebut memerlukan air dan pestisida yang intensif.

Selain itu, budi daya tebu dapat mengancam kesuburan tanah dan menyebabkan erosi. Seperti halnya yang terjadi di Papua Nugini. Area tersebut harus kehilangan 40 persen kandungan organik tanah akibat budi daya tebu. Konsumsi gula memang tidak bisa dihilangkan tetapi dapat dikurangi. Selain melindungi alam, upaya ini juga bisa mencegah penyakit diabetes dan obesitas. 

2. Cokelat

Makanan Mengancam Kelestarian

Sama halnya dengan gula, cokelat juga makanan mengancam kelestarian bumi. Cokelat yang berasal dari tanaman kakao juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Pohon kakao hanya dapat tumbuh di hutan hujan tropis sekitar daerah garis khatulistiwa. Tanaman tersebut juga membutuhkan banyak air dalam proses budi dayanya.

Dengan meningkatnya permintaan cokelat, penanaman kakao akan diperbanyak hingga mengancam keberadaan hutan dan keanekaragaman hayati. Apalagi cokelat hasil olahan pabrik biasanya memerlukan bahan pelengkap dan menghasilkan limbah dari proses produksi.

Jadi, harus bagaimana? Kamu masih bisa tetap mengonsumsi makanan itu dengan cara memilih cokelat buatan lokal atau dari industri yang menggunakan kakao bersertifikat, seperti Mars, Blommer, dan Hershey.

3. Kopi

Selain kakao, kopi juga rupanya memiliki konsekuensi buruk terhadap lingkungan. Tanaman itu memerlukan cahaya sinar matahari penuh dan penggunaan pestisida yang intensif. Hal ini akan memicu aktivitas penggundulan hutan untuk perkebunan kopi.

Studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa produksi kopi berada pada kondisi terburuk dalam hal dampak lingkungan. Untuk dapat tetap mengonsumsinya tanpa membahayakan lingkungan, kamu dapat membeli biji kopi yang berasal dari perkebunan yang sudah bersertifikasi ramah lingkungan.

4. Daging

Daging sangat berbahaya bagi lingkungan. Produksi makanan tersebut berkontribusi terhadap deforestasi hutan. Terlebih lagi, kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak menyumbang gas rumah kaca atau metana dalam jumlah besar. Dari semua jenis daging, sapi dan domba adalah yang paling berbahaya bagi lingkungan.

Untuk mengonsumsinya tanpa membahayakan lingkungan, belilah daging yang berasal dari peternakan kecil, di mana hewan dibesarkan di udara terbuka dan diberi makan di padang rumput. Kamu juga bisa mulai mengurangi konsumsi daging dan perbanyak konsumsi sayuran sebagai gantinya.

5. Minyak kelapa sawit

Minyak kelapa sawit banyak digunakan dalam berbagai industri. Oleh sebab itulah, permintaannya menjadi sangat tinggi. Padahal produksi kelapa sawit berdampak buruk dan menjadi makanan mengancam kelestarian lingkungan.

Perkebunan tersebut diketahui telah menyebabkan deforestasi skala besar, terancamnya populasi satwa hutan, erosi, pencemaran tanah, air, dan udara, dan emisi gas rumah kaca. Kita bisa menguranginya dengan beralih ke minyak biji matahari atau minyak jagung untuk memasak.

6. Kacang kedelai

Ratusan juta ton kedelai diproduksi setiap tahunnya. Sebagian besar dimanfaatkan untuk menjadi minyak kedelai. Sisanya dijadikan sebagai pakan ternak, bahan baku produksi tahu, dan produk olahan lainnya. Tingginya akan permintaan kacang tersebut menjadikan hutan dialihkan sebagai lahan budi daya.

Selain itu, proses pembuatan minyak kedelai menggunakan pelarut kimia berupa heksana, yang dapat menghasilkan gas rumah kaca dan berbagai bentuk polusi. Selain itu, pemanfaatan kedelai sebagai bahan pakan ternak juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas metana.

7. Air mineral kemasan

Air mineral memiliki citra sebagai minuman yang sehat dan alami. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ia mengandung lebih banyak residu beracun daripada air keran di negara maju.

Selain itu, mengonsumsi air mineral kemasan juga dapat meningkatkan sampah plastik. Pakar industri memperkirakan bahwa 80 persen botol plastik yang dijual di seluruh dunia tidak didaur ulang. Hal ini tentunya dapat mencemari lingkungan. 

Fakta yang masih banyak orang tidak ketahui adalah plastik tak hanya berbahaya sebagai sampah, proses produksinya juga tidak ramah lingkungan. Bayangkan saja, untuk membuat botol berukuran 1 liter memerlukan sekitar 3 liter air dan 311 gram minyak. Sementara itu, setiap tahunnya, ada miliaran botol plastik yang diproduksi di dunia. Berarti sudah berapa banyak air dan minyak yang telah dipakai?

Nah itu dia Makanan Mengancam Kelestarian lingkungan, oleh karena itu bijak-bijaklah kita dalan mengelola sumber makanan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Share Post